Selamat datang Fabbers! Hebat, masih juga menyempatkan diri kalian ke sini. Semoga kalian makin sukses ke depannya ya! Aamiin!

bagi kalian pengunjung reguler melihat ada hal yang baru di sini. Mulai hari ini, FabLab Bandung akan secara rutin menulis artikel-artikel seputar FabLab dan dunia. Stay tuned, ya!


Mungkin kalian sudah sering mendengar istilah-istilah yang ramah di telinga, namun asing di kepala. Salah satunya kata “Workshop”. Kata ini sering kita dapati dari bebagai media cetak dan elektronik, seperti brosur, sosial media, website dan bahkan saluran televisi. Beberapa dari kalian sudah mengerti sebagian dan bahkan punya gambaran, apa sih Workshop itu? Bener nggak sih, workshop itu isinya cuma orang-orang teknik saja?

Nah, kali ini kita akan bahas panjang lebar semua hal tentang Workshop dari akar-akarnya. Tenang kok, nggak bakal ngebosenin. Yuk, kita mulai!

Definisi Workshop

Para Volunteer FabLab sedang melakukan workshop training laser cutting

Para Volunteer FabLab sedang melakukan workshop training laser cutting

Menurut kamus besar bahasa Indonesia,

lokakarya (workshop):

“pertemuan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman diantara sejumlah peserta yang mempunyai keahlian atau profesi yang sama, guna meningkatkan pengetahuan atau memecahkan suatu masalah.”

Sedangkan menurut Wikipedia, ada berbagai definisi:

  • Bengkel atau workshop

“…sebuah bangunan yang menyediakan ruang dan peralatan untuk melakukan konstruksi atau manufaktur, dan/atau memperbaiki benda.”

  • Perbengkelan

“..pengetahuan dan keterampilan tentang peralatan dan metode untuk membuat, membentuk, mengubah bentuk, merakit, ataupun memperbaiki suatu benda menjadi bentuk yang baru atau kondisi yang lebih baik secara manfaat maupun estetika.”

Dari sini kita mulai tahu gambaran mengenai Workshop itu apa. Jika kita gabung dan cerna, Workshop adalah sebuah tempat atau kegiatan belajar yang berkaitan dengan keterampilan untuk membuat sesuatu. Pada intinya, ini hanya sekadar kesimpulan dasarnya saja. Kalian bisa memahaminya dengan kalimat yang lain.

Sejarah Workshop

Pra sejarah

Perkakas Zaman Besi -Workshop - adalah

Perkakas dari Zaman besi yang ditemukan di Ciliwung – Kaskus

Workshop sendiri sejarahnya panjang lho – sejak zaman logam dahulu. Pada tahun 1974, sebuah ekspedisi yang dilakukan di sungai Ciliwung menemukan set peralatan yang dulunya dipakai untuk membuat kapak perunggu, yang diperkirakan berasal dari tahun 1000-500 tahun sebelum Masehi. Dari sinilah terbentuknya komunitas antar sesama manusia, dan menjadi salah satu awal pembangunan peradaban yang kita kenal saat ini.

Pasca sejarah – modern


Sebelum datangnya industrialisasi workshop menjadi satu-satunya tempat di produksi. Sejak Revolusi Industri dimulai di awal abad ke-19, Pabrik-pabrik besar untuk produksi skala besar dibuat. Dan workshop menjadi “sebuah ruang atau bangunan yang menyediakan ruang dan peralatan (termasuk mesin) yang dibutuhkan dalam proses fabrikasi (pembuatan) atau perbaikan terhadap benda yang telah di-fabrikasi”.

Sedangkan di abad ke-20 dan ke-21, banyak rumah-rumah barat mulai memiliki sebuah workshop di garasi, basement, atau bahkan gudang. Biasanya berisi berbagai macam peralatan rumahan, seperti workbench, hand tools, power tools, dan sebagainya. Tak hanya untuk pribadi, namun juga dijual dalam bentuk jasa. Seperti yang kita lihat setiap harinya, kita menemui berbagai macam workshop seperti bengkel motor, tambal ban, tukang jahit, dan masih banyak lainnya.

Munculnya “Makerspace” dan FabLab

FabLab Bandung Intern Laser Cutting training

Para Intern FabLab Bandung sedang mengikuti training laser cutting

“Bangkitnya ketertarikan dalam membuat benda fisik dengan peralatan digital dan perencanaan dan teknik dari Internet, diketahui sebagai ‘maker movement’ ” (Burke, 2014, p. 11)

Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak orang yang mencoba membuat sesuatu. Dan semakin banyak pula orang-orang membutuhkan peralatan, ruangan dan ilmu untuk “making something”. Tuntutan akses ke peralatan dan mesin-mesin memulai munculnya gerakan “maker movement” dengan konsep “Makerspace”. Makerspace adalah sebuah pusat komunitas yang menyediakan teknologi, peralatan fabrikasi dan kesempatan pendidikan kepada publik.

Walaupun konsep Makerspace sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya, seperti perkumpulan kerajinan, kelas workshop, pendidikan praktek, dan pameran sains yang sudah sering dilakukan, peluncuran majalah Make: Magazine pada tahun 2005 lah yang memberi dorongan untuk maker movement.

Selain Make: Magazine, perkembangan Makerspace juga ada pengaruh kuat dari Neil Gershenfeld, seorang peneliti dari Center for Bits and Atom, Massachussets Institute of Technogy, Boston, Amerika Serikat – dengan idenya; sebuah konsep bernama FabLab. Seperti Makerspace, FabLab menyediakan workshop yang terdiri dari mesin, peralatan dan pelatihan kepada siapa saja. Mottonya adalah “How to Make Almost Anything”.

Neil Gershenfled FabLab

Neil Gershenfeld, pencetus ide dan pendiri FabLab

Diteliti sejak tahun 2001, dan mulai beroperasi sejak tahun 2005, FabLab menjadi pengaruh besar bagi Makerspace dan maker movement. Pada September 2016 kini tercatat sekitar 702 FabLab di seluruh dunia, termasuk 2 FabLab di Indonesia: HONFabLab dan FabLab Bandung. Di sini kalian juga bisa mempelajari lebih lanjut tentang Apa itu FabLab.

Penutup

Kini workshop menjadi salah satu fasilitas masyarakat untuk membuat, memperbaiki, dan memperbagus suatu benda atau produk. Juga menjadi tempat mencari ilmu, asah keterampilan, dan menuangkan kreatifitas setiap individu.

Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mendalami workshop. Sekarang sudah tersedia berbagai macam workshop di Indonesia dengan berbagai macam spesialisasi. Kalian tinggal memilih dengan yang sesuai dengan kebutuhan, minat dan skill kalian.

Terima kasih banyak ya guys! Stay tune for our updates, and see you next time!

 

Sumber:
Wikipedia, alihbahasa.com, Curiosity Commons, SearchManufacturingERP